Categories
Uncategorized

Harga Kubah Masjid Panel Galvalum

Dalam sejarahnya,bagian pondasi masjid ini yang paling megah ada dapat bangunan kubah masjid itu sendiri. Namun,tahukah kamu tentang sejarah kubah masjid?

Bangunan kubah masjid dahulu nya tidak digunakan pada tempat peribadatan umat Islam, melainkan digunakan sebagai sebuah dekorasi eksterior di berbagai gedung yang menjulang tinggi,hingga ke beberapa tempat peribadatan kaum non-muslim. 

Harga Kubah Masjid Panel Galvalum

Kubah masjid ini digambarkan seperti bangunan yang mengerucut ke atas. Mari kita sejenak, menapakkan pada sejarah masa lalu,dinyatakan bahwa pada zaman Mesopotamia,kubah ini mulai dikenalkan pada masyarakat yang hidup pada zaman dahulu,dengan begitu maka bisa dikatakan bahwa bangunan kubah ini telah ada sejak 6,000 tahun yang lalu.

Kali ini kami akan sedikit mengulas tentang masjid agung yang mempunyai desain kubah masjid yang begitu eksotis dan sangat megah tentunya. Masjid ini terletak di provinsi Sumatera Selatan,berikut ulasan lengkapnya. Selamat Membaca….

Masjid Agung Al-Muhtadin adalah bangunan masjid agung yang berdiri megah di sebuah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan atau di singkat OKU Selatan, yang adalah salah satu Kabupaten yang berada di provinsi Sumatera Selatan.

Masjid Agung Al-Muhtadin atau yang lebih terkenal disebut dengan Masjid Islamic Center Muara Dua ini merupakan salah satu masjid kebanggaan masyarakat terutama yang bermukim di wilayah sekitar kabupaten OKU Selatan.

Masjid Agung ini mempunyai tanah dengan luas setengah lapangan sepakbola yang mana lahan ini memang berada di dalam kompleks Islamic center kabupaten OKU Selatan.

Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Selatan.

Merupakan hasil pemekaran Kabupaten Ogan Komering Ulu yang diresmikan pemerintah setempat dengan UU No.37 Tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003. Secara spesifik Kabupaten ini diresmikan pada 16 Januari 2004 di Muara Dua, ibu kota kabupaten OKU Selatan.

Masjid Agung Al-Muhtadin ini diresmikan oleh Bupati OKU Selatan kala itu yakni Popo Ali Martopo, B. Commerce pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2019 yang lalu.

Yang mana bangunan masjid ini masih terlihat baru dan nampak gress, selain baru diresmikan masjid juga ternyata masjid ini juga masih dilanjutkan tahap pembangunannya termasuk juga untuk tahapan pembangunan fasilitas-fasiltas pendukung lainnya yang berfungsi sebagai masjid agung dan Islamic center terbesar di kabupaten OKU Selatan

Upacara peresmian masjid Agung ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati OKU Selatan dan dilanjutkan dengan Tabligh Akbar yang di isi tausiyah oleh Kyai H. Zulfan Baron, S.Pd.I, M.Si,  pengasuh Ponpes Al Fakriya Baturaja.

Masjid Al-Muhtadin merupakan nama yang diresmikan oleh pemkot OKU selatan sebagai sebuah nama bagi masjid agung ini,dan secara harfiah bermakna sebagai tempat mendapatkan hidayah atau petunjuk dari sang kahaliq.

Namun demikian penggunaan nama Al-Muhtadin ini juga sempat menuai penolakan dari masyarakat karena nama tersebut juga merupakan nama dari Bupati OKU Selatan  yang mana sebelumnya yang juga merupakan bupati pertama di kabupaten tersebut sekaligus inisiator pembangunannya.

Sebelum diresmikan pada tanggal 28 Maret 2019, masjid ini telah digunakan untuk pelaksanaan shalat Jum’at berjamaah sejak tanggal 1 Maret 2019.

Peresmian masjid kebanggaan warga OKU Selatan ini juga dihadiri oleh para pejabat Kabupaten OKU Selatan, tokoh agama islam dan juga masyarakat sertaribuan warga muslim yang tinggal di OKU Selatan.

Upacara peresmian masjid tersebut juga dihadiri oleh tokoh masyarakat OKU Selatan yang mana juga merupakan  Bupati Pertama OKU Selatan, H Muhtadin Sera’i.

Dalam kesempatan tersebut beliau juga memberikan sebuah penjelasan bahwa pemberian nama Al-Muhtadin ini yang ditujukan untuk nama masjid tersebut bukanlah keinginan beliau dan keluarga namun merupakan keputusan musyawarah yang dihadiri oleh pemkab dan juga para tokoh masyarakat setempat. Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Popo Ali Martopo, B. Commerce.

Pembangunan Masjid Agung Al-Muhtadin ini memang sudah digagas pembangunannya sejak masa pemerintahan Bupati H. Muhtadin Sera’I yakni periode tahun 2005-2015 beliaulah yang sekaarng ini juga yang menggagas pembangunannya dan baru dapat diselesaikan pada masa Bupati Popo Ali Martopo, B. Commerce.

Masjid Agung Al-Muhtadin dibangun dengan tiga buah lantai, lantai satu digunakan untuk sholat berjamaah, lantai atas atau balkon digunakan untuk tempat Sholat dan mengaji serta lantai basement sebagai tempat whudlu.

Lokasinya berada di dalam komplek Islamic Center yang mana masjid ini mempunyai luas secara keseluruhan mencapai tiga hektar. Selanjutnya akan dilanjutkan pembangunannya untuk dilengkapi dengan aula serbaguna, asrama haji dengan 50 kamar, lokasi parkir dan Rumah untuk pengurus masjid.

Sumber Dana Pembangunan Masjid Al-Muhtadin

Pembangunan Masjid Agung Al-Muhtadin ini dimulai sejak tahun 2013. Pendanaannya bersumber dari APBD kabupaten secara multi year. Dari beberapa media disebutkan; pada tahun anggaran 2014 saja pernah dikucurkan dana sebesar Rp. 14 Milyar rupiah, lalu kemudian dilanjutkan pada tahun anggaran 2015 kembali dikucurkan anggaran dana sebesar Rp. 20 Milyar rupiah, secara umum terdiri dari anggaran finishing masjid yang berjumlah Rp 12 miliar, serta pembangunan aula dan perumahan masjid sebesar Rp 8 miliar.

Sempat ditargetkan bahwa penyelesaian dan juga pembangunan masjid ini yang diharapkan selesai di ahkir tahun 2015. Target penyelesaian yang di cetuskan di tahun 2015 akhirnya tak berjalan sesuai rencana, pihak pemkab menghentikan kerjasama dengan rekanan pembangunan masjid ini yang mana secara terbuka terjadi aksi tak terpuji,dan akhirnya sehari setelah itu di blacklist. Setelah dikonfirmasi ke LPP ternyata perusahaan rekanan tersebut bermasalah denagn aturan yang dibuat oleh di Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Musi Banyuasin

Etalase Sumbangan

Sejak dilaksanakan sholat Jum’at pertama di masjid ini, ada etalase unik di masjid ini. Etalase yang disiapkan oleh pengurus masjid bagi Jemaah berupa makanan dan minuman, masyarakat bebas untuk mengambil isi etalase dan bebas untuk meletakkan sumbangannya di etalase tersebut.

Pada penyelenggaraan ibadah Shlaat Jum’at yang untuk pertama kali dilakukan dio Masjid Agung tersebut,dan juga pihak takmir masjid menyiapajkn pula sebanyak 250 nasi bungkus dan juga 5 dus air mineral,yang mana dalam tempio waktukurang dari 2 jam,nasi beserta air mineral pun habis teka tersisa lai dibagi kan secara percuma kepada jamaah masjid. Nasi bungkus dan air mineral tersebut berasal dari sedekah yang dimasukkan ke dalam etalase sumbangan.

Masjid Agung Al-Muhatdin ini juag memiliki fungsi yang begitu artistik, yang mana di setiap lubang-lubang itu juga ada fungsi sebagai ventilasi udara. Menjelang malam, ketika lampu di dalam masjid mulai dinyalakan, sinar lampu akan menerobos celah ventilasi sehingga jika dilihat dari luar tampak seperti masjid yang memancarkan cahaya berbentuk kalimat tauhid. Benar-benar sangat mengagumkan.

Setiap hari masjid ini tak hanya dikunjungi oleh masyarakat di sekitar Bandung, juga dari seluruh nusantara. Bahkan, ribuan orang dari berbagai negara di kawasan Asia dan Eropa pun juga pernah singgah ke masjid Al-Mutahdin ini seperti Malaysia, Singapura, Timur Tengah, Belanda, Australia dan beberapa negara Eropa lainnya rela jauh-jauh untuk melihat keunikan dan desain futuristik Masjid Agung Al-Muhatdin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *